Adolescent Marriage as the Impact of Social Change in Society and Implications in Guidance and Counseling

Anggia Wahyu Agustin(1*), Firman Firman(2), Riska Ahmad(3),

(1) Universitas Negeri Padang
(2) Universitas Negeri Padang
(3) Universitas Negeri Padang
(*) Corresponding Author




Abstract

Adolescence is one period in the range of human life. Teenagers can be said to be individuals who have experienced puberty. However, in fact many adolescents marry at a relatively young age, this marriage is caused by several factors which are the result of social changes. Social change is all changes in social institutions in a society, which affect the social system, including values, attitudes and patterns of behavior among community groups. This paper to describe how many factors that cause adolescent marriage in the community. Data is collected by reviewing and / or exploring several journals, books, research results, and documents (both printed and electronic) as well as data sources and or other information deemed relevant to the study to be discussed which is Implication in Guidance and Counseling to accordance with the problems that happen in marriage.

Keywords

marriage, adolescent, social change, guidance and counseling

References

Agtikasari, N. (2017). Hubungan Pengetahuan tentang Pernikahan Usia Dini dengan Sikap Siswa terhadap Pernikahan Usia Dini di SMA Negeri 2 Banguntapan Tahun 2015. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 4(1), 51–55.

Agustin, A. W., Amalianita, B., & Ifdil, I. (2018). Keterbukaan Diri Pria yang Telah Menikah. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(3), 66–72.

Agustin, A. W., & Ilyas, A. (2019). Relationship Intimacy and Self Disclosure Young Married Couple. Jurnal Neo Konseling, 1(1).

Ahmad, R., & Pratiwi, H. (2020). Kebahagiaan (Happiness) Siswa yang Berasal dari Keluarga Ibu Single Parent. Jurnal Neo Konseling, 2(4).

Anwar, Z., & Rahmah, M. (2017). Psikoedukasi tentang risiko perkawinan usia muda untuk menurunkan intensi pernikahan dini pada remaja. Psikologia: Jurnal Psikologi, 1(1), 1–14.

Arifin, R., & Lestari, L. E. (2019). Penegakan Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Indonesia Dalam Konteks Implementasi Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 5(2), 12. https://doi.org/10.23887/jkh.v5i2.16497

Arikhman, N., Efendi, T. M., & Putri, G. E. (2019). Faktor yang Mempengaruhi Pernikahan Usia Dini di Desa Baru Kabupaten Kerinci. Jurnal Endurance, 4(3), 470–480.

Desmita. (2006). Psikologi Perkembangan. Remaja Rosdakarya Offset.

DeVito, J. A. (2011). Komunikasi Antarmanusia Edisi Kelima (Alih Bahasa: Agus Maulana). Karisma.

Dewi, I. S., & Putra, S. (2020). Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Ditinjau Dari Latar Belakang Budaya (Batak dan Jawa). BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 3(1), 112–119.

Fauziyah, M. (2019). PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DUSUN CEMANGGAL (STUDI KASUS PADA ORANG TUA YANG MENIKAH DINI). UNNES.

Firman, F., Zarti, F., & Rusdinal, R. (2019). GRUBYUKAN PADA UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA JORONG PIRUKO NAGARI SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(3), 1526–1533.

Hastuty, Y. D. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Pernikahan Dini Di Desa Sunggal Kanan Kabupaten Deliserdang. AVERROUS, 2(2), 55–64.

Hurlock, E. (2003). Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Erlangga.

Idi, A. (2011). Sosiologi Pendidikan (Individu, Masyarakat, dan Pendidikan). Raja Grafindo Persada.

Kabang, M., & Trisnowati, E. (2018). Pemahaman tentang akibat pernikahan di bawah umur melalui layanan informasi dengan teknik diskusi. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Ar-Rahman, 4(2), 55–60.

Karsidi, R. (2010). Sosiologi Pendidikan. UNS Press.

Koentjaraniengrat. (2009a). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Dian Rakyat.

Koentjaraniengrat. (2009b). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Lauer, R. H. (1993). Perspektif Tentang Perubahan Sosial (A. S.U (ed.)). Rineka Cipta.

Mudjiran. (2007). Perkembangan Peserta Didik Bahan Pembelajaran untuk Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah. UNP Press.

Nurwia, N., & Rudin, A. (2020). FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERNIKAHAN USIA DINI SISWA. Jurnal Ilmiah Bening (Belajar Bimbingan Dan Konseling), 4(1).

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Fieldman, R. D. (2009). Human Development. Salemba Humanika.

Paramithasari, P. P., & Dewi, E. K. (2013). Hubungan antara kontrol diri dengan pengungkapan diri di jejaring sosial pada siswa SMA Kesatrian 1 Semarang. Empati, 2(4), 376–385.

Pertiwi, A. (2017). Hubungan Kematangan Emosi dengan Kepuasan Pernikahan Pasangan Usia Muda. Universitas Negeri Padang.

Prahesti, E., & Rokhanawati, D. (2017). PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN PERNIKAHAN DINI PADA SISWA KELAS X DI SMAN 1 BANGUNTAPAN BANTUL. Universitas’ Aisyiyah Yogyakarta.

Pratama, N. (2017). TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP DAMPAK PERNIKAHAN DINI KARENA PAKSAAN ORANG TUA (Studi Kasus di Dusun KenituPekon Serungkuk Kec. Belalau Kab. Lampung Barat). UIN Raden Intan Lampung.

Prayitno, E. (2006). Psikologi Orang Dewasa. Angkasa Raya.

Putra, I. K. S. & I. B. M. A. (2018). Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Desenralisasi Pendidikan Nasional. 1(1), 10–18.

Putri, R., & Syahel, S. (2018). LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PEMBENTUKAN PEMAHAMAN BAHAYA PERNIKAHAN DINI SISWA SMP DI MUKOMUKO. Consilia: Jurnal Ilmiah Bimbingan Dan Konseling, 1(1), 36–42.

Santrock, J. W. (2007). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). (Penerj. Tri Wibowo B.S). Kencana.

Sari, A., Nirwana, H., & Afdal, A. (2020). Prospective bride interpersonal communication Judging from the Gender: Are there any differences? Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(1), 1–11.

Sari, O., Winarni, S., & Dharminto, D. (2018). Hubungan Adat Setempat, Pola Asuh, dan Persepsi Orang Tua dengan Umur Menikah Wanita PUS pada Pernikahan Dini di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(1), 148–156.

Setiadi, E. M., & Kolip, U. (2011). Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya. Kencana.

Soejanto, A. (2005). Psikologi Perkembangan. Adi Mahasatya.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Press.

Sunarto, K. (2004). Pengantar Sosiologi Edisi Revisi. . Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Suyitno, I. (2017). the Development of Education on the Character and Culture of. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(February 2012), 1–13.

Triningtyas, D. A., & Muhayati, S. (2017). Konseling Pranikah: Sebuah Upaya Meredukasi Budaya Pernikahan Dini di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 3(1), 28–32.

Umami, I. (2016). Hakekat Kemanusiaan dan Pengembangannya dalam Pendidikan Islam. Ri’ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 1(02), 123–136.

Upton, P. (2012). Psokologi Perkembangan. Erlangga.

Utomo, A., & Sutopo, O. R. (2020). Pemuda, Perkawinan, dan Perubahan Sosial di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 9(2), 77–87.

Yendi, F. M., Ardi, Z., & Ifdil, I. (2013). Pelayanan Konseling untuk Remaja Putri Usia Pernikahan. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 1(2), 109–114.




DOI: 10.24036/00418kons2021
10.24036/00418kons2021

Article Metrics

Abstract View : 21 times


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.