Teenage Emotions in Junior High School Students and Their Implications for Guidance and Counseling Services

Nurdiani Desra, Zikra Zikra

Abstract


Anger is a form of negative emotions that is displayed in the form of behavior. This research is motivated by the phenomenon of students who are irritable, easily offended so as to say harshly and hit a friend. This study aims to describe the angry emotions of adolescents in junior high school students and their implications for guidance and counseling services. This research is a type of descriptive research using quantitative methods. The population of this study was 475 students and a sample of 217 students were selected using the Stratified Random Sampling technique. The instrument used was a questionnaire. The findings of this study indicate that, frist, teen angry emotions based on biological aspects tend to be in the quite high category, second, teen angry emotions based on emotional aspects tend to be in the high enough category, third, teen angry emotions based on intellectual aspects tend to be in the high category, fourth, teen angry emotions based on social aspects tend to be in the high enough category, fifth, teen angry emotions based on spiritual aspects tend to be in the quite high category.

Keywords


Anger Emotions, Students, Guidance and Counseling

Full Text:

PDF

References


Agasni. A.A, Indrawati. E.S. (2015). Kecerdasan Spiritual dengan Regulasi Emosi pada Mahasiswa Program Pendidikan Sarjana Kedokteran. Jurnal Empati. Volume 4. Nomor 2. 23-27.

Alfath. A, Taufik & Ibrahim. I. (2015). Peningkatan Kematangan Emosi Anak Bungsu melalui Layanan Bimbingan Kelompok. Jurnal Konseling dan Pendidikan. Volume 3. Nomor 2. 49-54.

Chaplin, J.P. (2002). Kamus Lengkap Psikologi. Penerjemah Kartini Kartono. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hayati, R & Indra, S. (2018). Hubungan Marah dengan Perilaku Agresif pada Remaja. Jurnal Edukasi. Volume 4. Nomor 1. 67-74.

Hudaya. N. F. (2015). Peningkatan Kemampuan Mengelola Emosi Marah Melalui Teknik Angermanagement Pada Siswa Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiyah 1 Moyudan. Skripsi. Tidak Diterbitkan Yogyakarta :UNY.

Juliana, Ibrahim. I & Sano. A. (2014). Konsep Diri Remaja pada Masa Pubertas dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling. Jurnal Konseling dan Pendidikan. Volume 2. Nomor 1. 1-7.

Lusiana. E, Rosra M, & Widiastuti. R.(2017). Penggunaan Konseling Client Centered dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa (Studi Kasus Siswa Kelas X). Skripsi. Tidak Diterbitkan. Bandar Lampung: FKIP Universitas Lampung.

Marfita. Y, Zikra & Yusri. (2013). Pendapat Siswa Tentang Upaya Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengembangkan Moral Siswa. Jurnal Konselor. Volume 2. Nomor 4. 202-206.

Marsella. P, Soetikno. N, Mar’at. S. (2015).Studi Eksplorasi Rasa Marah pada Remaja Korban Perceraian Orangtua. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Jakarta: Universitas Tarumanegara.

Melchioriyusni, Zikra, Azrul Said. (2013). Interaksi Sosial Siswa denganKelompok Teman Sebaya di Sekolah dan Implikasinya terhadap Pelayanan BK. Jurnal Konseling dan Pendidikan. Volume 1. Nomor 2. 102-108.

Melka,F.D, Ahmad, R, Firman, Syukur, Y, Sukmawati, I & Handayani, P. G. (2018). Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Penerimaan Teman Sebaya serta Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling. Jurnal Neo Konseling.

Mudjiran, Dkk. (2007). Buku Ajar; Perkembangan Peserta Didik. Padang: UNP Press.

Paramitya. A.A, Widianti. A, Astaningtyas. N.I. (2018). Gambaran Emosi Pada Kasus Remaja Awal Yang Mengalami Trans Disosiatif (Kesurupan): Studi Kasus Di SMP SL Bali. Jurnal Psikologi “Mandala”. Volume 2. Nomor 1. 18-30.

Prayitno, E. (2006). Psikologi Perkembangan Remaja. Padang: Angkasa Raya.

Putra. R.R. (2017). Bentuk dan Fungsi Umpatan pada Komunikasi Informal di Kalangan Siswa SMA Negeri 3 Surabaya. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Surabaya.

Rejeki, Y. D. (2014). Peningkatan Kemampuan Mengelola Emosi Marah Melalui Teknik Expressive Writing (Menulis Ekspresif) pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri 2 Bantul. Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Sabiq. Z & Djalali. M.A. (2012). Kecerdasaran Emosi, Kecerdasaran Spiritual dan Perilaku Prososial Santri Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Pemekasan. Jurnal Psikologi Indonesia. Volume 1. Nomor 2. 53-65.

Safaria, T. dan Nofrans, E. S. (2012). Manajemen Emosi. Jakarta. : Pt Bumi Aksara

Sary, Yessy., N., E, (2017). Perkembangan Kognitif dan Emosi Psikologi Masa Remaja Awal. J-Pengmas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 1 Nomor 1. 6-12.

Susanti, R., Husni, D., Fitriyani, E. (2014). Perasaan Terluka Membuat Marah. Jurnal Psikologi. Volume 10. Nomor 2. 103-109.

Yuliani, R. (2013). Emosi Negatif Siswa Kelas XI SMAN 1 Sungai Limau. Jurnal Ilmiah Konseling. volume 2. Nomor 1. 151-155.




DOI: http://dx.doi.org/10.24036/00114kons2019

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.